9/25/2018

Home Care


HOME CARE (Perawatan Pasien di Rumah)

Perawatan pasien di rumah atau yang biasa kita kenal dengan istilah Home Care saat ini sudah menjadi trend dan ladang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha homecare. Home care memberikan banyak keuntungan untuk berbagai pihak. Bagi pihak pelanggan (klien) tentunya dengan adanya homecare mereka akan merasa lebih dekat dengan anggota keluarga mereka yang sakit. Homecare juga memberikan keuntungan cost yang lebih murah dibandingkan dengan biaya perawatan pasien di rumah sakit. Nah bagi penyelenggaranya, homecare memberikan keuntungan yaitu pendapatan yang lebih besar seiring dengan permintaan akan pelayanan homecare semakin besar.

Lalu bagaimana sih cara mendirikan usaha home care? Baik, pada kesempatan ini, penulis akan mencoba memaparkan persyaratan, cara, perizinan dan alat / sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha homecare.


PERSYARATAN PENDIRIAN HOMECARE
Usaha Homecare Wajib Memiliki Minimal Prasyarat Diantaranya:

Ketenagaan Homecare
a. Manajer kasus, dengan kualifikasi: 
  • Perawat Homecare Minimal Lulusan DIII Keperawatan dan S1 Keperawatan
  • Memiliki sertifikat pelatihan home care 
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun 
  • Memiliki SIP, SIK atauSIPP
b. Pelaksana pelayanan homecare dengan kualifikasi (Syarat Wajib Bagi Perawat Homecare) : 
  • Minimal D.III  Kepearawatan
  • Memiliki sertifikat pelatihan home care 
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun 
  • Memiliki SIP, SIK atau SIPP
Kelengkapan Alat dan Sarana serta Prasarana Mendirikan Homecare:

a. Alat kesehatan 
  1. Tas/ kit 
  2. Pemeriksaan fisik 
  3. Set perawatan luka 
  4. Set emergency 
  5. Set pemasangan selang lambung 
  6. Set huknah 
  7. Set memandikan 
  8. Set pengambilan preparat 
  9. Set pemeriksaan lab. Sederhana 
  10. Set infus/ injeksi 
  11. Sterilisator 
  12. Pot/ urinal 
  13. Tiang infuse 
  14. Tempat tidur khusus orang sakit 
  15. Pengisap lendir
  16. Perlengkapan oxygen 
  17. Kursi roda 
  18. Tongkat / tripot / walker
  19. Perlak / alat tenun
b. Alat habis pakai
  1. Obat emergency 
  2. Perawatan luka 
  3. Suntik/ pengamian darah 
  4. Untuk infuse 
  5. Pemasagan selang lambung 
  6. Huknah, selang lambung, kateter 
  7. Sarung tangan, masker 
  8. Dll

STANDART ALAT HOME CARE 
menurut  (Drs.I Nyoman Cakra, A.Md.Kep, SH.,2006.)
Peralatan Home Care :
  1. Set tempat tidur khusus orang sakit 
  2. Set kursi roda/ tongkat/ kruk/ tripot 
  3. Set oksigen 
  4. Set penghisap lender 
  5. Set bab/ bak 
  6. Set suntik 
  7. Set perawatan luka 
  8. Set pemasangan selang lambung 
  9. Set huknah/ klisma 
  10. Set pemasangan selang catheter 
  11. Set preparat pemeriksaan laboratorium. 
  12. Set formulir untuk asuhan keperawatan
Bahan Habis Pakai Home Care
  1. Kasa/ kapas steril 
  2. Kertas tissue 
  3. Cairan pelicin/ minyak/ jelly 
  4. Plester/ pembalut
  5.  Kantong plastik untuk sampah biologis dan infeksius. 
  6. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan 
  7. Obat merchurochrom 70 % 
  8. Tabung plastik/ botol tempat preparat tinja, urine. 
  9. Bilah kayu untuk mengambil preparat. 
  10. Sabun/ deterjen.11. Resusisator untuk bayi 
  11. Spuit dan jarum suntik dispossible ukuran. 1, 2, 3, 5, 10, 20
Obat-obatan Emergency Home care
  1. Adrenalin 
  2. Dexametazon 
  3. Xyllo dan Deladryl 
  4. Cairan infusdan set infus
c. Sarana lain
  1. Alat dan media pendidikan kesehatan 
  2. Ruangan beserta perlengkapannya 
  3. Kendaraan 
  4. Alat komunikasi 
  5. Alat informasi/ dokumentasi

Cara dan Syarat Mengurus Perijinan Pendirian Home Care
a. Berbadan hukum ( yayasan, badan hukum lainnya )
b. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota, dengan melampirkan:
  1. Rekomendasi PPNI 
  2. Ijin prakik perawat ( SP, SIK, SIPP ) 
  3. Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi 
  4. Ijin lokasi bangunan 
  5. Ijin lingkungan
  6.   Ijin usaha 
  7. Persyaratan tata ruang bangunan untuk homecare
B. MEKANISME PELAYANAN HOME CARE
1. Proses penerimaan kasus
  1. Home care menerima pasien dari rumah sakit, puskesmas, sarana lain, keluarga.
  2. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus.
  3. Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus
2. Proses pelayanan home care
a. Persiapan
  1. Pastikan identitas pasien 
  2. Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien 
  3. Lengkap kartu identitas unit tempat kerja 
  4. Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah 
  5. Siapkan file asuhan keperawatan 
  6. Siapkan alat bantu media untuk pendidikan
b. Pelaksanaan
  1. Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan. 
  2. Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat 
  3. Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien 
  4. Membuat rencana pelayanan 
  5. Lakukan perawatan langsung 
  6. Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll 
  7. Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan 
  8. Dokumentasikan kegiatan
c. Monitoring dan evaluasi
  1. Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal 
  2. Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan 
  3. Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan
d. Proses penghentian pelayanan home care, dengan kreteria :
  1. Tercapai sesuai tujuan 
  2. Kondisi pasien stabil 
  3. Program rehabilitasi tercapai secara maximal 
  4. Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien 
  5. Pasien di rujuk• Pasien menolak pelayanan lanjutan 
  6. Pasien meninggal dunia
C. Pembiayaan Home Care
1. Prinsip penentuan tarif layanan homecare
  1. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan 
  2. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi 
  3. Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong 
  4. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu 
  5. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional
2. Jenis pelayanan yang kena tarif
  1. Jasa pelayanan tenaga kesehatan
  2.   Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien 
  3. Dana transportasi untuk kunjungan pasien

C. PEMANTAUAN, PEMBINAAN DAN PENILAIAN USAHA HOME CARE
A. Pemantauan Home Care
  1. Aspek fisik 
  2. Manajerial 
  3. Sumber daya 
  4. Pelayanan 
  5. Pembiayaan
B. Pembinaan Home Care
  1. Aspek fisik 
  2. Manajerial 
  3. Sumber daya 
  4. Pelayanane. Pembiayaan
C. Penilaian Home Care
  1. Kelengkapan dokumen 
  2. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi 
  3. Kepuasan pelanggan 
  4. Kemandirian pasien/ keluarga
Besar harapan kami, semoga artikel yang berjudul "Persyaratan dan Cara Mendirikan Usaha Homecare" ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan tambahan bagi anda yang ingin mendirikan usaha homecare.

12/17/2017

MANAJEMEN WAKTU DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN



MANAJEMEN WAKTU
DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

Latar Belakang
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan. Keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuan organisasi, tergantung kepada seluruh komponen yang terlibat didalamnya, yang berinteraksi secara timbal balik untuk mencapai tujuan organisasi. 

Dalam suatu rumah sakit, keberhasilan organisasi ini mencapai tujuan salah satunya ditentukan oleh pelayanan keperawatan. Dengan pelayanan keperawatan yang terorganisir dengan baik maka diharapkan dapat memberikan pelayanan keperawatan yang prima yang akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan..

Dewasa ini, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang keperawatan, maka tuntutan profesionalisme semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan beban kerja staf keperawatan yang semakin tinggi sementara waktu kerja sangat terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut maka pengelolaan waktu dalam pelayanan keperawatan khususnya di rumah sakit adalah penting sekali

Tujuan Manajemen Waktu dalam Pelayanan Keperawatan
Efektifitas pelayanan keperawatan sangat ditentukan oleh kemampuan seorang manajer dalam melakukan pengelolaan yang tepat tentang penggunaan waktu kerja. Adapun tujuan manajemen waktu dalam pelayanan keperawatan adalah melakukan perencanaan dan pengorganisasian waktu secara efektif yang memungkinkan terselenggaranya asuhan keperawatan langsung kepada klien (meliputi : pengkajian, keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi asuhan), pendokumentasian, konsultasi dan kolaborasi, proses transasksi, transportasi, administrasi, pelayanan departemen lain, dan lain-lain. 
Prinsip Dasar Manajemen Waktu
Untuk dapat mengelola waktu dengan tepat, maka diperlukan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar manajemen waktu agar lebih berhasil dan berdaya guna. Berikut ini prinsip dasar manajemen waktu yang penting diperhatikan :
  1. Sediakan waktu untuk perencanaan dan menetapkan prioritas
  2. Selesaikan tugas berprioritas tinggi sesegera mungkin dan tuntaskan tugas sebelum mulai tugas yang lain.
  3. Prioritaskan kembali tugas yang tersisa berdasarkan informasi baru yang terkait
Tiga kategori prioritas waktu
  1. Jangan dikerjakan
  2. Kerjakan Nanti
  3. Kerjakan Sekarang
Tabel 1 Kategori Prioritas Waktu 
NO
Kategori Prioritas Waktu
Kategori
Karakteristik
1.
Jangan Dikerjakan
  • Masalah dapat hilang tanpa diatasi
  • Sudah kedaluarsa
  • Dapat dikerjakan oleh orang lain
2.
Dikerjakan Nanti
  • Tidak disertai jatuh tempo
  • Dapat ditunda
  • Dapat diperlambat
Alasan penundaan tugas :
  • Tidak ingin memulai
  • Tidak tahu dari mana memulai
  • Tidak tahu dari mana memulai meskipun ingin memulai
3.
Dikerjakan Sekarang
  • Kebutuhan unit operasional harian
  • Kegiatan-kegiatan yang telah ditunda, misal :
a.  Kebutuhan staf
b.  Kebutuhan peralatan
c.  rapat

B.   Faktor Penghambat Manajemen Waktu Efektif
  1. Prokrastinasi (Menunda pekerjaan)
  • Menulis laporan (sulit) > < membuka e-mail / data komputer (mudah)
    • Deadline membuat frustasi dan menghambat penyelesaian tugas > < Deadline menolong menyusun rencana dan prioritas daftar yang akan dikerjakan.
    • Bekerja baik dibawah tekanan waktu > < banyak waktu diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
2.    Perfeksionis
  • Ditumbuhkan sejak dini (sejak sekolah)
  • Dapat mengarah ke prokrastinasi, oleh karena : takut salah dan cenderung mengerjakan tugas secara berulang-ulang
  • Dapat dicegah dengan menyusun standar kerja
3 . Tidak Mampu membuat prioritas
  • Tidak bisa ‘memboboti’ / menilai pekerjaan : lama, urgensi (segera atau nanti) dan berat – ringannya pekerjaan.
  • Tidak bisa menyusun berbagai pekerjaan secara sistematis
  • Dapat diminimalisir dengan cara menetapkan kategori pekerjaan yaitu berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya.
Disamping faktor penghambat, manajemen waktu efektif juga dapat berhubungan dengan ‘penyitaan’ waktu yang dapat menghambat produktifitas kerja. ‘Penyita’ waktu dapat terjadi secara internal maupun eksternal sebagai berikut :
1.    Penyita Waktu secara Internal
  • Sifat suka menunda pekerjaan
  • Perencanaan kurang baik
  • Gagal menetapkan tujuan dan sasaran
  • Tidak mampu mendelegasikan
  • Tidak mampu mengatakan tidak
  • Terlalu banyak ‘krisis’
  • Terburu-buru
  • Ragu-ragu / tidak pasti
  • Kebijakan pintu terbuka
2.    Penyita Waktu Secara Eksternal
  • Telepon
  • Sosialisasi
  • Rapat-rapat
  • Kurang informasi
  • Komunikasi terbatas
  • Kurang umpan balik
  • Kurang adekuat penjelasan kebijakan / prosedur
  • Bawahan tidak kompeten
  • Sistem penyimpanan informasi jelek
  • Kertas kerja dan membaca
C.   Teknik Mengelola Waktu
1.      Komitmen pribadi untuk perbaikan
  1. Memutuskan apa yang tidak perlu dikerjakan
  2. Belajar mengatakan tidak
  3. Mencatat bagaimana waktu digunakan
  4. Merencanakan penggunaan waktu
  5. Menghindari pemicu penggunaan waktu yang tidak efektif
  6. Kenali waktu utama dari diri sendiri
  7. Buat program blok waktu
  8. Mengatur ruang kerja
  9. Buat catatan untuk diri sendiri : “Patut dibaca” atau “Tidak Perlu”
    1. Menghambat gangguan waktu kerja (misal : tamu tiba-tiba) dengan mengoptimalkan waktu utama.
    2. Mengatur pertemuan :
  • Mulai tepat waktu
  • Berakhir tepat waktu
  • Buat agenda dan bagikan
  • Kehadiran hanya yang diperlukan
  • Kumpulkan informasi sebelum pertemuan
  • Tepati agenda dan hindari interupsi
  •  Batasi jumlah waktu untuk agenda tertentu
  • Atur lingkungan
  • Hal-hal yang membutuhkan komunikasi satu arah, di ketik dan dibagikan
  • Hasil rapat dibagikan tidak terlalu lama sesudah rapat.
  1. Mengatur orang dengan pendelegasian yang tepat
  2. Menghindari penyita waktu
D.   ‘Tips’ Manajemen Waktu Efektif
  1. Buat ‘log’ waktu (harian, mingguan, bulanan)
  2. Berfokus pada ‘segera mulai’ sambil memperhitungkan tujuan yang akan dicapai
    1. Antisipasi hal-hal yang tidak terencana
    2. Mengorganisasikan pekerjaan tulis menulis :
  • Yang perlu dipasang atau dibuang
  • Kebijakan / peraturan mudah terlihat
  • Setiap lembar kerja hanya ditangani sekali
3.      Gunakan sumber-sumber dengan bijaksana
  • IPTEK dapat meningkatkan komunikasi
  • Manual, standar prosedur tidak dimasukkan dalam komputer
  • Informasi rutin dimasukkan kedalam buku atau komputer
  • Gunakan waktu yang ada hanya untuk tatap muka
4.      Menganggap positif dan memperhatikan kebutuhan personal
  • Untuk rileks, luangkan waktu untuk jalan-jalan
  • Untuk ‘space’ di antara pekerjaan
5.      Belajar mengatakan ‘tidak’
  • Tidak merasa bersalah jika menolak pekerjaan ekstra
    • Berprinsip menambah pekerjaan jika pekerjaan yang ada bisa dikurangi
    • Pilih pertemuan yang harus dihadiri (misal : pengambilan keputusan, atau kepentingan yang lebih luas)
6.      Lakukan pertemuan efektif
  • Buat agenda dan patuhi agenda
  • Tepat waktu untuk mulai dan akhir
  • Tidak ada atau hindari interupsi
7.      Mulai dan Akhiri waktu kerja secara tepat waktu
  • Prioritaskan tugas setiap hari
  • Tidak terlalu ‘perfek’ dalam menyelesaikan tugas
  • Tidak membuang-buang waktu sehingga membawa pekerjaan ke rumah
E.    Penutup
Profesionalisme kerja dapat dimulai dengan cara bagaimana mengelola waktu secara efektif. Seorang manajer yang efektif adalah seorang manajer yang tahu dan mampu bagaimana merencanakan dan mengorganisasikan pekerjaan secara tepat sehingga dapat mencapai hasil kerja yang memuaskan baik bagi pelaku maupun pengguna jasa. Dalam bidang pelayanan keperawatan, oleh karena beban kerja perawat yang tinggi dan jumlah waktu yang terbatas, maka pengelolaan waktu yang efektif sangat diperlukan agar dapat meningkatkan kualitas kerja perawatan yang pada akhirnya dapat memberikan kepuasan bagi klien dan perawat sendiri.